Telan Dana Ratusan Juta, Bangunan Untuk Pesantren Cuma Jadi TPA


Bangunan Pesantren Samaul HadiPendopo [Pali Post] – Alih-alih untuk menjadi tempat menempah santri menjadi manusia yang berakhlak mulia, sesuai dengan akidah agama, bangunan pondok pesantren yang dibiayai dana APBD Kabupaten Muara Enim pada tahun 2007 itu hanya menjadi Tempat Pengajian Anak (TPA) biasa.

Sesuai dengan papan nama usang yang sudah lama terpasang, pondok pesatren tersebut bernama Samaul Hadi, berlokasi di Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Muara Enim.

Dari hasil pengamatan di lapangan, bangunan yang terdiri dari empat lokal itu hanya dipakai untuk tempat mengaji anak-anak di desa tersebut pada sore hari, dan bukan melakukan kegiatan sebagaimana lazimnya sebuah pondok pesantren.

Menurut Efendi (38) warga Desa Sungai Baung yang bermukim di sekitar bangunan tersebut, bangunan tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Muara Enim Kalamudin Djinab (alm), dan menelan dana ratusan juta rupiah melalui anggaran APBD tahun 2007, lima tahun lalu.

“Bangunan tersebut tidak pernah dipergunakan sesuai dengan rencana untuk pondok pesantren, hanya ada papan nama saja yang berkesan mengecoh pandangan dengan menulis nama pondok pesantren seperti yang direncanakan,” ujar Efendi

Dikonfirmasi terkait hal itu, Sumarjono, warga Pendopo Kecamatan Talang Ubi yang menjadi pengurus cikal bakal pondok pesantren Samaul Hadi tersebut, mengemukakan bahwa selama ini mereka belum mengurus perizinan dan struktural pengurusnya, sehingga kegiatan belum bisa dimulai.

“Memang papan nama tersebut rencananya akan kami turunkan, sementara proses perizinan diajukan nanti, dan kita juga akan segera membentuk struktural pengurus,” tuturnya pada wartawan.

Sedang Asril Hadi SAg, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Talang Ubi, mengemukakan bahwa pihak pengurus pondok Pesantren Samaul Hadi sampai sejauh ini belum berkoordinasi dengan Departemen Agama melalui KUA Talang Ubi, untuk menindak lajuti proses perizinan ponpes tersebut.

“Kami sejauh ini hanya menunggu pengurus datang untuk berkoordinasi, sehingga bisa menindak lanjuti perizinannya,” ungkap Asril.

Kini bangunan tersebut sudah ditambah kubah pada bagian atasnya, dengan dana swadaya masyarakat. Serta tidak berfungsi optimal selain menjadi tempat anak-anak belajar mengaji. Padahal disekitar lokasi itu juga terdapat musholah maupun masjid untuk melakukan ibadah seperti biasanya.[ey/703]

One thought on “Telan Dana Ratusan Juta, Bangunan Untuk Pesantren Cuma Jadi TPA

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s